TIMES PARE PARE, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang diusulkan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Satgas ini akan berfokus pada dua misi utama: mengeruk sungai-sungai dangkal yang terdampak pendangkalan lumpur dan mengolah air berlumpur menjadi air bersih.
Dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025), Menhan Sjafrie menjelaskan strategi pengerukan sungai yang bermuara ke laut, seperti Sungai Tamiang, untuk mengangkat timbunan lumpur sekaligus memudahkan akses alat berat ke daratan.
Presiden Prabowo menyambut baik usulan tersebut dan menegaskan pentingnya pendekatan engineering skala besar.
"Kuala-kuala itu, kita akan normalisasi. Kita bongkar itu ya. Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur ya," ujar Presiden. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk menambah anggaran bila diperlukan, "Tadinya diajukan Rp51 triliun sekian, saya komit Rp60 triliun. Berapa pun yang kita butuhkan."
Menhan Sjafrie melaporkan bahwa Satgas Kuala telah dibentuk dan terdiri dari dua komposisi: satu untuk pendalaman kuala dan satu untuk pengolahan air. "Di dua komposisi kapal ini, akan kita naikkan water treatment system sehingga air yang ada di kuala kita ambil, kita olah, sehingga menjadi air jernih," jelasnya.
Satgas ini direncanakan mulai bekerja dalam dua pekan ke depan dengan sasaran pertama di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Operasi ini diharapkan dapat mengatasi masalah sedimentasi sekaligus menyediakan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Satgas Kuala Resmi Dibentuk, Fokus Pengerukan Sungai Dangkal dan Olah Air Berlumpur Jadi Air Bersih
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Faizal R Arief |